pnugroho
01-10-2009, 06:51 PM
Liburan ke kampung halaman di Yogya, kali ini tidak lupa membawa CG-3 motorized.
Kondisi langit yang bersih, dan masih minim polusi cahaya, membuat stargazing lebih nikmat.
Baru kali ini bisa melihat Andromeda langsung dari viewfinder... :D sayang sekali nggak sempat melakukan pemoretan DSO ini.
Kalau di jakarta, arah pandang langit utara (dari mampang) udah ga ada harapan.. :( oranye-putih karena polusi cahaya yang tinggi. Sementara di Yogya (dari jl. Kaliurang km 7) arah utara sangat gelap :)
Shot menggunakan Lensa Nikkor 80-200.. sekaligus njajal kemampuan lensa ini untuk astrofoto.
Secara garis besar, lensa ini sangat capable untuk digunakan dalam berastrofoto, dengan tambahan teleconverter 2x juga memberikan tingkat magnifikasi yang cukup untuk DSO-DSO yang besar seperti Andromeda, Orion Nebula, HorseHead, Rosette, etc.
Yang perlu diperhatikan, aperture harus stop-down 1 atau 2 stop untuk meminimalisasi falloff. sekaligus meningkatkan ketajaman.
foto1: Sadr-Deneb
wide field shot ke arah konstelasi Cygnus, total durasi 6 menit.
80-200mm pada FL 80mm, f/4.
foto2: Horsehead
shot ke arah konstelasi Orion, total durasi 25 menit.
80-200mm + 2x teleconv, pada FL 400mm, f/5.6
foto3: Lagoon-Triffid
shot ke arah pusat galaksi bimasakti dengan Lagoo & Triifid sebagai obyek utama, total durasi 7 menit
80-200mm + 2x teleconv, pada FL 400mm, f/5.6
Karena tidak dibantu dengan guide system, durasi perframe hanya 20 detik untuk menghindari trailing.
polar align secukupnya, dan melakukan drift alignment dengan memonitor gerakan bintang melalui live view kamera. Tapi mungkin karena kondisi motor dan gir yang tidak terlalu presisi membuat ekpose tidak bisa dilakukan lebih dari 20 detik.
Sayang sekali Andromeda dan Rosette tidak sempat terabadikan karena di hari-hari berikutnya, awan mendung dan hujan mulai menghiasi kota yogya.
Kondisi langit yang bersih, dan masih minim polusi cahaya, membuat stargazing lebih nikmat.
Baru kali ini bisa melihat Andromeda langsung dari viewfinder... :D sayang sekali nggak sempat melakukan pemoretan DSO ini.
Kalau di jakarta, arah pandang langit utara (dari mampang) udah ga ada harapan.. :( oranye-putih karena polusi cahaya yang tinggi. Sementara di Yogya (dari jl. Kaliurang km 7) arah utara sangat gelap :)
Shot menggunakan Lensa Nikkor 80-200.. sekaligus njajal kemampuan lensa ini untuk astrofoto.
Secara garis besar, lensa ini sangat capable untuk digunakan dalam berastrofoto, dengan tambahan teleconverter 2x juga memberikan tingkat magnifikasi yang cukup untuk DSO-DSO yang besar seperti Andromeda, Orion Nebula, HorseHead, Rosette, etc.
Yang perlu diperhatikan, aperture harus stop-down 1 atau 2 stop untuk meminimalisasi falloff. sekaligus meningkatkan ketajaman.
foto1: Sadr-Deneb
wide field shot ke arah konstelasi Cygnus, total durasi 6 menit.
80-200mm pada FL 80mm, f/4.
foto2: Horsehead
shot ke arah konstelasi Orion, total durasi 25 menit.
80-200mm + 2x teleconv, pada FL 400mm, f/5.6
foto3: Lagoon-Triffid
shot ke arah pusat galaksi bimasakti dengan Lagoo & Triifid sebagai obyek utama, total durasi 7 menit
80-200mm + 2x teleconv, pada FL 400mm, f/5.6
Karena tidak dibantu dengan guide system, durasi perframe hanya 20 detik untuk menghindari trailing.
polar align secukupnya, dan melakukan drift alignment dengan memonitor gerakan bintang melalui live view kamera. Tapi mungkin karena kondisi motor dan gir yang tidak terlalu presisi membuat ekpose tidak bisa dilakukan lebih dari 20 detik.
Sayang sekali Andromeda dan Rosette tidak sempat terabadikan karena di hari-hari berikutnya, awan mendung dan hujan mulai menghiasi kota yogya.