PDA

View Full Version : Laporan tadi malam



rissukarma
29-12-2008, 04:47 AM
Dear Gazers:

Tadi malam menjelang pergantian tahun Hijriah, langit kembali cerah, setelah awan tipis menutup sebagian langit di sore harinya. Bersama adik ipar dan keponakanku, kujelajahi jagat raya malam hari. Kunikmati perjalananku mengarungi gelapnya malam (dengan mematikan semua lampu luar dan lampu taman, kecuali lampu tetangga), kali ini sambil berbagi pengetahuan tentang benda-benda langit bersama mereka. Oooh ini yang namanya Venus, kok cuma sebelah ya, goyang-goyang lagi…, kata keponakanku. Dengan eyepiece 4mm yang dipasang pada Meg72, Venus sabit (bukan bulan sabit) memang terlihat tidak stabil, sebelum akhirnya tenggelam di ufuk barat.

Menjelang malam, kabut tipis mulai menghilang, dan giliran rasi Orion dan Taurus menghiasi langit malam. Semakin malam, langit semakin jernih dan semakin banyak benda langit yang nampak. Ini memaksa aku untuk mengeluarkan arsenalku satu persatu. Mula-mula bino 7x50 dari WO untuk menyisir langit, kemudian setelah Meg72 yang memang sudah disiapkan sejak sore, C6NGT-pun digotong ke halaman. Tidak ketinggalan komputer jinjing yang sudah menampilkan stellarium versi terbaru (0.10.0). Orion Nebula adalah target pertama kami. Adik ipar berdecak kagum melihat indahnya Nebula Orion pada simulasi stellarium di layar komputer, tapi agak kecewa ketika melongok lewat jendela eyepiece ultrascopic 30mm, ternyata cuma terlihat sebagai gumpalan kapas kecil yang pudar. Begitu pula setelah aku pasangkan barlow 2x. Itulah yang nampak dengan mata langsung, kataku.

Kami kemudian menjelajahi kepala banteng (bukan lapangan banteng) pada rasi Taurus untuk mengamati Hyades, kumpulan bintang yang menurut legenda merupakan gugusan bintang penanda mulainya musim hujan. Memang, musim hujan sudah tiba. Pleiades merupakan target teleskop dan mata kami yang tidak puas-puasnya menikmati keindahan tujuh perawan bersaudara itu. Buat adik iparku yang baru pertama kali ikut pengamatan, Pleiades bagaikan untaian berlian yang bersinar, berserakan diatas beledu hitam, katanya.

Kami mencoba mencari Rosetta Nebula (NGC2244) di rasi Monoceros, tapi tidak berhasil, meskipun sudah mencoba menyisir langit di antara Betelgeuse dan Delta Monoceros. Rasi Monoceros memang terbentuk oleh bintang-bintang yang redup, sehingga sulit untuk melakukan star hopping. Berbekal Nikon D40X yang dipasang pada C6, kupuaskan mengambil gambar-gambar Orion nebula dan Pleiades beberapa puluh kali. Rencananya sih mau distack dan diolah lebih lanjut, mudah-mudahan hasilnya seperti punyanya mas Pur. Kalaupun tidakpun, mata rasanya sudah terpuaskan mengamati benda-benda langit eksotis tersebut. Waktu terasa terlalu singkat, kalau bukan terserang kantuk dan lelah, ingin rasanya meneruskan pengamatan sampai subuh. Sampai jumpa di laporan pengamatan berikutnya.

Salam,
Ris

scopedude
30-12-2008, 03:38 PM
Ditunggu nih hasil stackingnya lho!

Thanks untuk reportnya