View Full Version : Crux Terbenam
scopedude
15-06-2010, 05:03 PM
Data ada di foto,
Cheers!
pnugroho
15-06-2010, 07:32 PM
dengan foto ini juga memberikan penegasan, siapa bilang wide field nggak asik untuk astrofoto....!? :D
ini spotnya di negara mana nih? temen2 di toko waktu itu bilang lagi di Cina ya?
scopedude
15-06-2010, 08:29 PM
Itu di Lombok mas Pur. Kmrn mmg sempat pergi tapi abis plg lgs ke Lombok. Memang asik foto astro, dari fisheye sampe 4,000mm kepake semua!
har.smg
16-06-2010, 12:05 PM
Benar pak Winston, astrophoto memang asik, lensa apapun yang dimiliki kepake semua........... bagi yang sudah pinter, kalau kita-2 yg newbie, mau menyimak diskusinya pak Winston, pak Nugroho dan pak Chandra masih gak mudeng-2 juga :mad:
Memang Guider itu wajib buat astro photo ya, atau bisa mount yg bermotor, trus bedanya apa yang pakai guider dan tidak.
Tolong dari ketiga pakar ada yg mau bantu, sukur ketiga-tiganya :D
Terima kasih.
Salam, Har.smg
Itu di Lombok mas Pur. Kmrn mmg sempat pergi tapi abis plg lgs ke Lombok. Memang asik foto astro, dari fisheye sampe 4,000mm kepake semua!
scopedude
16-06-2010, 04:42 PM
Pak Har,
Mount yang saya pakai di atas hanya namanya saja 'guider', bukan memiliki fungsi guiding untuk mengoreksi declination axis pada exposure sangat panjang (60 sec +).
Vixen GP2 Photo Guider, maksudnya adalah mount astro (sekelas EQ-5) yang dudukannya hanya untuk kamera foto (dan lensa biasa) - bukan teleskop. Mount ini hanya dilengkapi satu motor RA untuk tracking.
Konfigurasi ini bisa didapat dengan Skywatcher EQ-5 + motor drive. ini start paling mudah untuk astrophotography. Fungsi guiding sendiri macam2. Ada yang auto guiding, artinya ada teleskop kedua yang dilengkapi kamera yang terhubung dengan mount Goto (EQ-5 Pro contoh), yang tipe ini guiding dilakukan langsung oleh guider. Kalau manual guiding, kita harus mengintip sendiri melalui teleskop kedua dan mengubah sendiri posisi declination axis untuk mengoreksi.
Mungkin bisa dilengkapi mas Pur atau Pak Chandra :)
chandra
16-06-2010, 05:07 PM
@pak Winston
wah ... top markotop pak...
coal sacknya sampai jelas gitu.
jadi kepingin mencoba juga nanti malam.
@pak Har.smg
saya juga masih dalam taraf belajar kok pak.
kebetulan disini ada pakarnya pak Winston dan pak Pur,
jadi ya bisa menimba ilmu dari beliau berdua.
kalau gak mudeng bisa bertanya pak, kalau sekiranya
saya mengerti akan saya coba bantu jawab nantinya,
sekalian untuk meramaikan forum ini.
sedikit tambahan dari saya tentang guider:
untuk yang widefield astrophoto bisa dilakukan dengan memakai
fixed tripod.
untuk astrophoto lainnya kita harus memakai motorized mount, baik pada
guided maupun unguided astrophoto.
guider ini diperlukan untuk long exposure (biasanya diatas 60sec).
tapi untuk sampai tahapan guider, ada baiknya kita coba lalui dulu tahapan unguided (short exposure dibawah 60 sec) sehingga kita bisa lebih
mengenal seluk beluk dari astrophotography.
secara natural, tahapan guided astrophoto adalah tahapan paling akhir,
jadi kalau sudah kena "racun" astrophoto, saya yakin secara perlahan tapi pasti
akan sampai kesana juga nantinya, seperti yang dialami pak Pur :D
scopedude
16-06-2010, 08:46 PM
Setuju Pak Chandra ;)
Untuk masuk astrophotography, paling enak beli yang paling terjangkau - EQ-5 + motor, dan belajar prinsip2 dasarnya. Dengan mount ini juga sudah bisa pakai lensa kamera biasa (tanpa teleskop).
contoh, ambil exposure 10 det, 20 detik, 30 detik, dst. Misalkan belum bisa panjang karena alignment belum pas, ambil aja pendek, 10-15 detik tapi jangan 1x, ambil 20-30x. Lalu belajar stacking. Jadi semua start saat yang sama perlahan2. Saya malah enjoy cara begini.
Tentu kalau memotret Bulan dan planet jauh lebih mudah, bisa juga start dari sini.
Cheers,
Scopedude
pnugroho
17-06-2010, 03:41 PM
Mas Har,
sekedar tambahan juga dari yang sudah diulas mas Wiston dan Mas Chandra...
mungkin lebih dari sisi teknik fotografinya...dan saya asumsikan dengan menggunakan tipe kamera Digital SLR.
Untuk astrofoto terutama pada obyek DSO (Deep Sky Object) yang tingkat cahayanya lemah (misalnya galaksi/nebula/starcluster), maka kita harus menggunakan teknik foto long ekspose.. yaitu shutter speed pada kamera diset dengan durasi yang lama, agar sinar yang lemah itu dapat diterima sensor kamera, sebanyak mungkin.
Umumnya juga dibarengi dengan penggunaan ISO tinggi untuk meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya yang masuk. Jadi tidak perlu heran bila kalau biasanya kita motret obyek menggunakan ISO100-400, untuk astrofoto, penggunaan ISO 800-1600 bahkan 3200 itu hal lumrah. Apalagi teknologi kamera sekarang ini mampu menghasilkan foto dengan noise yang rendah pada penggunaan ISO tinggi.
Di sisi lain, bumi berotasi sehingga secara relatif penampakan DSO dilangit bergerak (berubah posisi)...
Nah logikanya, bagaimana kita bisa memotret secara long eksposure terhadap obyek tersebut bila posisinya berubah seiring dengan waktu...?
Sama halnya bila kita memotret dengan slow speed dengan obyek orang yang bergerak .. hasil fotonya pasti gambar orangnya blur kan?
kalau di astrofoto dikenal/disebut sebagai trailing...
Agar hasilnya bagus, tidak blur/trail, kita harus menggunakan suatu cara agar gerakan obyek tersebut dapat kita 'ikuti', sehingga di viewfinder kamera, obyek tersebut selalu terlihat tidak berubah posisi maupun orientasinya.
Untungnya, gerakan DSO dari sudut pandang kita melihat dari bumi, dapat diketahui, yang ternyata berhubungan dengan arah dan kecepatan rotasi bumi! :)
Dari fakta tersebut, dalam melakukan pemotretan long eksposure, kita harus men-track (bahasa fotografinya : panning) obyek DSO tersebut dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan rotasi bumi, yaitu 0.25 derajat/menit.
Darimana asalnya angka itu? : bumi bulat (360 derajat) berotasi dengan durasi 24 jam (dibuletin aja.. sebenernya sih 23 jam 56 menit, 4 detik sekian). 24 jam=360derajat, maka 1 menit=0.25 derajat. Di dunia astro dikenal sebagai kecepatan "sidereal".
Apakah 'panning'/'tracking' dengan kecepatan sidereal sudah cukup? belum.
Mengapa? karena tracking/panning yang dilakukan adalah dalam satuan derajat maka paning tersebut dilakukan harus dengan berpusat pada suatu poros putar yang sejajar dengan poros rotasi bumi.
Artinya, ada sumbu putar yang harus kita perhatikan.
Bagaimana caranya agar posisi panning/tracking kita dapat sesuai dengan poros rotasi bumi? Polar Alignment (PA) lah jawabannya.
Tidak berhenti disitu, ada peralatan tambahan untuk bisa melakukan polar alignment: Menggunakan tripod jenis German Equatorial Mount (GEM)
Dengan menggunakan GEM, posisi obyek DSO dapat diikuti dengan baik dengan cukup memutar kenob RA, dalam artian DSO akan selalu terlihat pada posisi dan orientasi yang sama bila dilihat dari viewfinder kamera... bila kita lakukan secara manual tracking/panning.
Bisa diotomatiskan? bisa, dengan melengkapi motor khusus pada GEM, biasa disebut sebagai RA motor.
GEM yang dilengkapi RA motor adalah GEM yang memiliki motor yang dapat memberikan perubahan posisi RA dengan kecepatan sidereal.
Pada GEM yang lebih tinggi kelasnya, terdapat fitur untuk menset motor pada kecepatan Lunar/Solar, memiliki motor kedua (DEC motor), dilengkapi dengan kemampuan GOTO, serta kemampuan PEC.
Dengan demikian, bila PA pada GEM sudah dilakukan dengan sebaik mungkin, kemudian motor diaktifkan, maka obyek DSO akan selalu terlihat tidak berubah posisi dan orientasinya dari viewfinder. Hal inilah yang memberikan persepsi bahwa GEM tersebut memiliki kemampuan untuk 'tracking'.
Syarat2 untuk long ekspose astrofoto sudah terpenuhi.
Tapi tidak ada hal yang sempurna. Karena kondisi roda motor/worm gear yang tidak perfect, dan tidak presisinya PA, lambat laun akan memperlihatkan perubahan posisi obyek DSO pada viewfinder. Hal ini bisa akan jelas terlihat setelah tracking berjalan lebih dari 3-5 menit, terutama bila menggunakan lensa/teleskop dengan focal length tinggi (diatas 1000mm).
Apakah problem tersebut bisa dieliminir/diminimalisir? ya, dengan Autoguiding.
Autoguding menggunakan teknologi software+hardware tambahan untuk dapat memberikan umpan balik ke GEM dalam bentuk pulse yang akan menggerakkan motor RA dan DEC sedemikian rupa sehingga posisi obyek DSO dapat tetap dipertahankan selama autoguiding dalam kondisi aktif.
Mudah2an uraian yang agak panjang diatas bisa membantu...
mas Winston, mas Chandra, tolong dikoreksi yaa bila ada yang keliru.
Untuk tahap awal, silahkan ikuti saran dari mas Winston dan Chandra, dengan menggunakan tripod biasa+wide lens, atau dengan melakukan teknik unguided (tanpa autoguiding) dengan durasi masing-masing shot antara 10 hingga 60 detik.
Nanti semua shotnya dapat distack/align dengan menggunakan software khusus astrofotografi (misalnya: DeepSkyStacker).
Hasilnya bisa dibilang akan tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan yang menggunakan autoguiding.
har.smg
17-06-2010, 09:27 PM
Terima kasih pak Winston, pak Chandra dan pak Pur.
Saya jadi lebih mengerti fungsi mount untuk astro photo atau untuk pengamatan, tapi untuk lebih mudeng lagi akan saya pelajari lagi reply bapak-2 yang sudah cetak seperti semua thread Forum Prominence ( he.....he...soalnya agak gaptek n gak tahan lama didepan kompi :D )
Sekali lagi terima kasih, dan semoga setiap hari ada sesuatu yang dibahas.
Salam, Har.smg
chandra
22-06-2010, 12:10 PM
waduh..... salut untuk pak Pur.
pengetahuan kayak gitu kalau dijalani sendiri bisa makan waktu yang tidak sedikit loh,
tapi sekarang sudah diringkas dan disarikan oleh pak Pur.
kayaknya ini harus menjadi wajib baca bagi yang baru tertarik pada astrophotography ya.
matahari
24-06-2010, 08:51 PM
waduh..... salut untuk pak Pur.
pengetahuan kayak gitu kalau dijalani sendiri bisa makan waktu yang tidak sedikit loh,
tapi sekarang sudah diringkas dan disarikan oleh pak Pur.
kayaknya ini harus menjadi wajib baca bagi yang baru tertarik pada astrophotography ya.
salam kenal pak chandra dan semuanya..
membaca uraian pak pur diatas, sungguh bermanfaat forum ini untuk menambah pengethuan bagi org awam macem saya.
Gak Bisa dibayangkan berapa lama untuk mendapatkan ilmu itu kalo dipelajari sendiri.
saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya melakukan astrofotography.
betapa berharganya sebuah fotonya, krn dengan tingkat kesulitan seperti itu.
wah jadi ada tambahan pengetahuan yg bagus gabung disini
Powered by vBulletin™ Version 4.1.3 Copyright © 2012 vBulletin Solutions, Inc. All rights reserved.