scopedude
13-09-2008, 08:49 PM
Sering kali kita dibuat pusing oleh banyaknya varian dalam memilih binokular. Sebelum kita menjatuhkan pilihan lebih baik kita tahu dulu tujuan kita membeli.
Untuk Astronomi:
Exit pupil jangan di bawah 3mm. Exit pupil = diameter (mm) : pembesaran. Contoh, bino 10x50 memiliki exit pupil 5mm. Berikut adalah beberapa pilihan baik untuk astronomi:
10x50 - general purpose, bisa untuk berbagai aplikasi. Untuk astro, 10x50 menjadi menarik karena exit pupil 5mm, sehingga benda redup akan optimal - dan pembesarannya cukup membuat langit tampak hitam (dengan asumsi kita agak terganggu polusi cahaya). Ini adalah pembesaran yang ideal untuk dipegang tangan. Diameter 50mm adalah standar dan terbilang cukup.
7x50 - untuk melihat langit secara luas, sulit mengalahkan 7x50, dan pembesarannya yang moderat menjadikan getaran tidak mengganggu. Tapi, bila kita berada di lokasi dengan polusi cahaya tinggi - exit pupil nya yang 7.1mm akan memperkuat efek polusi cahaya tsb sehingga langit tidak akan hitam kelam. Di lokasi gelap yang ideal, ini adalah pilihan yang sangat baik.
15x70- pembesaran tingginya menjadikan langit lebih hitam dan kontras - dan pembesaran tingginya menyebabkan obyek redup lebih kelihatan (sekalipun exit pupilnya kurang dari 5mm). Namun untuk dipegang tangan, ini bukan pilihan terbaik, walau masih ok untuk rentang waktu tertentu.
20x80, 20x90, 28x110, dst - tergolong giant binocular yang hanya bisa digunakan dengan tripod (yang kekar pula). Tentu benda2 redup semacam nebula akan tampak lebih indah dengan binokular di kategori ini. Siap-siap menggotong tripod saja saat mau menggunakannya.
Bagaimana dengan 8x25, 8x42, 10x42, dll? Pada prinsipnya ok, namun, patut diketahui, bila desain bino tsb adalah roof, bino ini harus memiliki phase coating pada prismanya. Tanpa phase coating, brightness yang dihasilkan tidak akan seterang bino dengan desain porro dengan ukuran yang sama. Nah, bino roof dengan phase coating, kelebihannya kompak (beda dengan porro yang bentuknya 'Z') - namun akan jauh lebih mahal.
Selain pembesaran, harus diperhatikan beberapa hal:
AFOV, apparent field of view - ini ditentukan oleh eyepiece/lensa okular yang digunakan. Usahakan yang di atas 50 derajat.
Eye Relief - adalah jarak mata dengan lensa okular. Yang ideal adalah 15mm (tanpa kacamata) dan 18-20mm untuk yang menggunakan kacamata.
Bila ingin memiliki binokular pertama, yang terbaik adalah tipe porro 10x50. Jenis roof kompak seperti 8x25, 10x25 lebih cocok untuk aplikasi non-astro.
Untuk astro, coating lensa yang disarankan adalah Fully Multi Coated (ada juga yang menyebut broadband multicoating). Khusus untuk roof, harus ada tambahan phase-coating agar transmisi cahaya lebih tinggi.
Beberapa binokular mahal, menggunakan aspherical element pada lensa okularnya, sehingga distorsi linear (cekung atau cembung) dapat dihilangkan.
Sangat penting, chromatic abberation harus minimal - karena aberasi ini akan sangat mengganggu pada aplikasi astro. Binokular, khususnya roof desain, seringkali rentan pada penyakit optik ini, terutama karena f/ratio nya yang cepat (sekitar f/4). Pastikan CA minimal agar bintang yang terang dan Bulan terlihat bersih dan kontras tanpa ada 'false color'.
Yang terbaik, cobalah sebelum membeli dan pastikan binokular tersebut nyaman digunakan.
Clear skies,
Scopedude
Untuk Astronomi:
Exit pupil jangan di bawah 3mm. Exit pupil = diameter (mm) : pembesaran. Contoh, bino 10x50 memiliki exit pupil 5mm. Berikut adalah beberapa pilihan baik untuk astronomi:
10x50 - general purpose, bisa untuk berbagai aplikasi. Untuk astro, 10x50 menjadi menarik karena exit pupil 5mm, sehingga benda redup akan optimal - dan pembesarannya cukup membuat langit tampak hitam (dengan asumsi kita agak terganggu polusi cahaya). Ini adalah pembesaran yang ideal untuk dipegang tangan. Diameter 50mm adalah standar dan terbilang cukup.
7x50 - untuk melihat langit secara luas, sulit mengalahkan 7x50, dan pembesarannya yang moderat menjadikan getaran tidak mengganggu. Tapi, bila kita berada di lokasi dengan polusi cahaya tinggi - exit pupil nya yang 7.1mm akan memperkuat efek polusi cahaya tsb sehingga langit tidak akan hitam kelam. Di lokasi gelap yang ideal, ini adalah pilihan yang sangat baik.
15x70- pembesaran tingginya menjadikan langit lebih hitam dan kontras - dan pembesaran tingginya menyebabkan obyek redup lebih kelihatan (sekalipun exit pupilnya kurang dari 5mm). Namun untuk dipegang tangan, ini bukan pilihan terbaik, walau masih ok untuk rentang waktu tertentu.
20x80, 20x90, 28x110, dst - tergolong giant binocular yang hanya bisa digunakan dengan tripod (yang kekar pula). Tentu benda2 redup semacam nebula akan tampak lebih indah dengan binokular di kategori ini. Siap-siap menggotong tripod saja saat mau menggunakannya.
Bagaimana dengan 8x25, 8x42, 10x42, dll? Pada prinsipnya ok, namun, patut diketahui, bila desain bino tsb adalah roof, bino ini harus memiliki phase coating pada prismanya. Tanpa phase coating, brightness yang dihasilkan tidak akan seterang bino dengan desain porro dengan ukuran yang sama. Nah, bino roof dengan phase coating, kelebihannya kompak (beda dengan porro yang bentuknya 'Z') - namun akan jauh lebih mahal.
Selain pembesaran, harus diperhatikan beberapa hal:
AFOV, apparent field of view - ini ditentukan oleh eyepiece/lensa okular yang digunakan. Usahakan yang di atas 50 derajat.
Eye Relief - adalah jarak mata dengan lensa okular. Yang ideal adalah 15mm (tanpa kacamata) dan 18-20mm untuk yang menggunakan kacamata.
Bila ingin memiliki binokular pertama, yang terbaik adalah tipe porro 10x50. Jenis roof kompak seperti 8x25, 10x25 lebih cocok untuk aplikasi non-astro.
Untuk astro, coating lensa yang disarankan adalah Fully Multi Coated (ada juga yang menyebut broadband multicoating). Khusus untuk roof, harus ada tambahan phase-coating agar transmisi cahaya lebih tinggi.
Beberapa binokular mahal, menggunakan aspherical element pada lensa okularnya, sehingga distorsi linear (cekung atau cembung) dapat dihilangkan.
Sangat penting, chromatic abberation harus minimal - karena aberasi ini akan sangat mengganggu pada aplikasi astro. Binokular, khususnya roof desain, seringkali rentan pada penyakit optik ini, terutama karena f/ratio nya yang cepat (sekitar f/4). Pastikan CA minimal agar bintang yang terang dan Bulan terlihat bersih dan kontras tanpa ada 'false color'.
Yang terbaik, cobalah sebelum membeli dan pastikan binokular tersebut nyaman digunakan.
Clear skies,
Scopedude